Laura mengusap air matanya. Ia menatap Kalandra jauh ke dalam wajahnya. Tanpa Kalandra perlu melihatnya, ia tahu tatapan yang Laura berikan menyakitinya. "Bisakah kau memberikanku sesuatu yang penting? Seperti nomor ponsel atau apapun jika ada?" Kalandra mengangguk. Ia memberikan Laura ponselnya dan membiarkan wanita itu mencatatnya. Laura terdiam, ia memutar tubuhnya pergi menuju mobilnya. Tetapi sebelum ia melangkah lebih jauh, Kalandra mendengarnya bersuara. "Liena menitipkanmu padaku. Dia ingin aku menjagamu sama seperti dirinya," kepala pirangnya memutar. "Dan kau tahu aku tidak akan pernah bisa seperti dirinya." Kalandra terdiam. Ia melihat sosok Laura pergi menjauh bersama mobilnya. Meninggalkannya sendiri duduk memeluk kedinginan di depan rumah Liena. Kepalanya jatuh menunduk. S

