26

1339 Words

"Ah, Kalandra datang!" Kalandra melangkah dengan wajah datar saat sang Ibu berlari memeluknya. Memasang wajah terbaiknya di depan para wartawan yang sedang mengabadikan momen langka mereka berdua. Ini adalah berita utama untuk halaman terdepan majalah mereka. "Kalandra," suara dalam dari Tuan Beniqno mengalihkan perhatiannya. Kalandra hanya mengangguk singkat saat pria itu menyapanya. Olin segera datang dari belakang punggungnya, melompat gembira untuk memeluknya yang disambut tawa geli dari seisi keluarga yang datang. Kalandra tetap diam tidak menanggapinya sampai Olin melepas pelukannya. Dengan santai, wanita itu melingkarkan tangannya di lengan Kalandra dan menariknya untuk duduk di kursi tepat bersebelahan dengan dirinya. Kalandra memperhatikan sekitar dan melihat beberapa wartawan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD