Bagian Empat Belas

837 Words

"Membujukmu adalah keahlianku walau kadang aku benci keahlian ini." . . . "Mas?" ucapku setelah tiga puluh menit berlalu dari jam pulang ngantor Mas Reno. Dan kami pun telah sibuk dengan kegiatan bersantai, duduk-duduk di atas sofa. "Hmm?" sahut Mas Reno ringan sambil menggerakan pisau dengan penuh kehati-hatian guna mengupas mangga muda pesananku. "Boleh nanya nggak?" kataku. Melirikan mata cokelatnya sejenak padaku, Mas Reno tampak meringis geli sebelum bertutur, "Lagi bersikap sok canggung yah?" "Bukan sok canggung ihhh," bantahku keras serta tak lupa untuk memanyunkan bibir manja. "Terus? Biasanya walau Mas nggak ngijinin, Adek juga tetep bakal bilang," ucap Mas Reno tenang seraya mengarahkan sepotong mangga berwarna kuning pucat ke depan mulutku. "Mau ngomongin soal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD