Bagian Tiga belas

772 Words

"Aku nggak tau berlianmu tapi, satu-satunya hartaku yang berharga adalah Mas Reno." . . . Aku benci Jakarta yang panas. Apalagi jika kota ini udah mulai mengeluarkan produk-produk hot-nya yang salah satunya, sedang duduk tepat di seberang kursiku dalam moonbucks. "Jadi ...?" Aku mulai gerah dan ingin segera to the point saja. "Bisa izinin Mas Reno buat berangkat ke Bali?" Asataga naga! Apa baru saja kupingku mendengar bunyi kentut? Kenapa bau-baunya nggak enak sekali? Tertawa pelan, aku dengan segenap keberanian yang telah lama kutabung, langsung menatap mata indah jua tangguh milik wanita yang ... bibirnya merah, so pasti ciumable, matanya yang besar, sangat kedipable, pipinya yang tirus tentulah usapable, alisnya yang tebal pun pujiable. Sekali lirik aja makhluk ini kelihata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD