Bagian Duabelas

1562 Words

"Milikmu, hanya milikmu." . . . "Mas, Adek ijin ke Sency, yah?" Aku yang udah rapi dan tentunya unyu dalam balutan dress sebatas lutut motif floral, terus melongok-longokan pandangan ke dalam lubang tas selempang yang sedari tadi kugamit. "Loh, katanya tadi Mas suruh pulang cepet buat nemenin Adek main monopoli." Mas Reno yang masih mengenakan setelan necis bertanya dari posisinya duduk di depan tivi. "Udah nggak nyidam main monopoli lagi, Mas," ucapku beralasan. "Dan lagi, Adek baru inget kalau sore ini udah ada janji." "Janji?" ulang Mas Reno sambil terlihat mulai bangkit berdiri serta bergerak menghampiriku. "Yaps," jawabku membenarkan, sebelum meraih sebuah lipstik dari dalam tas untuk kupulaskan ke atas bibirku yang lembab. "Adek mau reuni, Mas," tambahku sedetik kemu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD