Bagian Sebelas

789 Words

"Dia menerimaku, selalu menerimaku apa adanya." . . . Mission acomplished. Mengetik pesan chat pada Veny. Aku lalu meringis puas. Huhuhu ternyata benar kata Veny,  mengalah bukan berarti kalah. Buktinya aku menang banyak tuh. Melongok ke lantai bawah, tampak Mas Reno sedang sibuk mengiris buah. Huh! Suami tercintaku ... maaf yah, Adek udah bohong. Semoga dosa ini ketutup sama pahala-pahala Adek ke depannya. Ngomong-ngomong soal dosa, semalam aku benar-benar dag-dig-dug-der nggak karu-karuan gara-gara menahan gejolak rasa kekanakanku. Apalagi waktu aku sok ikhlas melepas Mas Reno ke Bali sama Ralisa. Duh, rasanya aku pengen siletin rambut ombre Veny yang udah punya ide menyebalkan macam begitu. Ish! Membiarkan Mas Reno terbang ke Bali tanpa aku dengan wanita lain? Itu sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD