'Kamu dan aku adalah kita, sekarang, besok, lusa, hingga kamu bosan.' . . . Tok. Tok. Tok .... "Adeknya ada?" Otomatis berhenti dari kegiatanku menangis di balik guling. Aku pun langsung bangkit dari atas ranjang demi berlari dan menerjang tubuh Mas Reno yang berdiri di tengah pintu. "Eh, jangan lari-lari ah," gumamnya sewaktu menerimaku dalam dekapannya. "Mas Reno ...." "Hm?" "Kak Mangga jahat tau. Adek kesel. Masa dia ninggalin Mas gitu aja. Gara-gara dia Mas nyampe kesorean gini, kan pulangnya. Pasti capek yah Mas nunggu, terus baliknya kena macet? Maafin kakaknya Adek. Dan serius Adek jadi malu sama Mas." Tertawa lirih. Mas Reno lantas mengeratkan lingkaran lengannya yang mengurung badanku. "Hmm, jangan dibawa perasaan ah. Mas baik-baik aja dan Kak Gala niatnya juga

