Ciuman itu masih terasa manis di bibirku. Aku mengerjap, mencoba melupakan ciuman itu. Aku menggeleng di depan cermin. Melihat pantulan wajahku. Aku merasa senang Sam menciumku. Tapi Sam bukan pacarku. “Kenapa aku membiarkan Sam menciumku begitu saja? Harusnya aku menolaknya. Tapi, aku seperti tersihir olehnya, tidak bisa berkutik apa-apa,” gumamku pada diri sendiri. Menyesali yang terjadi semalam. “Apa?” tanpa aku sadari Amel mendengar gumamanku. Aku menoleh ke arah sumber suara. “Apa? Kamu dicium Sam? Kamu dan Sam sudah ada hubungan, pacaran? Kenapa kamu tidak pernah cerita ke aku, Van?” cercanya menatap dengan mata penuh selidik. Aku menunduk. Menggigit bibir bawah. Terdiam dan berpikir untuk menjawab pertanyaan Amel. “Sudah aku tebak sih. Aku tahu kalau kamu suka sama Sam. Saat t

