semenjak andra menghilang arini banyak melamun.kedua sahabatnya pun bingung harus berbuat apa, setau mereka arini tak pernah seperti ini.
ditengan kegalauan arini tiba² handphone nya berbunyi, menampilkan nomor yang tak dikenal. awalnya arini ragu untuk menjawab panggilan itu hingga beberapa kali panggilan itu terulang.
dengan nada malas arini menjawab panggilan itu
" halo ini siapa? " tanya arini
tiba tiba mata arini melotot menatap kedua sahabatnya
dia berbisik " guys ini andra yg nelpon"
" lagi dmna dek? " tanya andra lewat sambungan telpon
" dirumah adinda, kemana aja baru ada kabar? " tanya arini dengan suara juteknya
" maaf dek, hp aku ketinggalan dirumah. ini aku lagi ada di kostan adikku di kota" jawab andra
sejenak arinipun lega setelah dapat kabar dari andra.
andra berencana siang ini dia pulang dan nanti malam akan mengunjungi arini.
terpancar rona kebahagiaan dimata arini, akhirnya rasa rindu yang selama 3 hari ini terpendam sebentar lagi akan tercurahkan...
arini langsung memutuskan untuk pulang dari rumah adinda, begitupun dengan renita.
setelah berpamitan kpda mama adinda, merekapun langsung berpisah didepan rumah adinda.
sekitar jam 19:00 andra mengunjungi rumah arini, disambut dengan gembira oleh arini. tak lupa andrapun membawa oleh² kesukaan arini.
" kirain udah lupa sama arini" kata arini dengan memandang wajah andra.
" maaf dek gak sempet ngabarin, soalnya adik aku nelpon kalo dia lagi sakit" jawab andra
" dan dia minta aku temenin" tambahnya.
hampir 2 jam andra dirumah arini, hingga waktunya dia untuk pulang.
andra tidak suka maen terlalu malam, karena dia tau kalo besok arini harus sekolah.
" besok aku antar kamu sekolah ya, kebetulan malem ini aku nginep dirumah toni" kata andra
arinipun langsung mengangguk dan mengacungkan jempol.
malam ini arini merasa bahagia, karena orang yang amat dia sayangi kini telah kembali.
tanpa dia ketahui kenyataan yang sesungguhnya...
pagi ini arini sangat bersemangat untuk ke sekolah, karena dia akan di antar oleh andra.
tak lama kemudian andra muncul didepan rumah arini dengan roda duanya, dan dia langsung mempersilahkan arini untuk dduk dibelakangnya.
" makasih yah udah mau anterin aku kesekolah" kata arini
" iya sayang, kalo misalkan aku gak sibuk ,tiap hari aku rela kok kalo harus nganter jemput kamu ke sekolah" jawab andra
" lha jadinya kayak tulang ojek dong" bales arini disertai dengan tawa
" gak papa kalo penumpangnya secantik kamu hehee " timpal andra
" ujung ujungnya kok jadi lebay" sahut arini.
" siapa juga yang lebay, aku serius kok, lagian kalo kamu gak cantik mungkin aku nggak tertarik heheee" jawab andra
" udah lah gak usah bikin aku geer" kata arini
tak terasa mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah arini.
arinipun pamitan dan segera memasuki area sekolah.
didepan kelas tampak kedua sahabat arini menanti kedatangannya, arini tersenyum kepada dua sahabatnya itu terlihat jelas kalau hari ini arini sedang berbahagia.
" bahagia sekali sepertinya sahabat kita ini din? " ledek renita begitu melihat arini mendekati mereka
" mungkin dia dapat lotre" jawab adinda, sambil tersenyum melihat arini
" heheee ,,,, kalian bisa aja. kayak gak pernah kasmaran ajja" jawab arini
lalu ketiga nya pun segera memasuki kelas, karena bel sekolah sudah berbunyi...
hari ini cukup melelahkan bagi arini dan teman sekelasnya, karena hari ini mereka harus rapat anggota osis sehingga membuat mereka pulang sore.
saat arini dan kedua sahabatnya keluar gerbang, tiba tiba bagus datang menghampiri mereka. dia berniat untuk menjemput renita.
arini dan adinda pun mempersilahkan mereka untuk pulang lebih dulu, karena adinda dan arini harus menunggu angkot.
setelah kepergian renita dan bagus, angkot pun segera datang dan mereka langsung menaiki angkot tersebut karena waktu hampir magrib.
di dalam angkot adinda pun bertanya tentang hubungan arini dan andra
" rin, andra kan udah dewasa yaaa,,, kalo misalkan setelah lulus sekolah dia ngajak loe nikah gmna?? "
sontak arinipun kaget,
" koq tiba² loe bisa kepikiran sampe kesitu sih din? tanya arini heran
" kan kata gue juga misalkan, secara andra kan udah dewasa" tambah adinda
" kayaknya gak bakalan deh din lagian gue juga masih pengen bebas, pengen punya pengalaman hidup juga" jawab arini
" lagian hubungan gue sama andra kan baru, jadi kita belum benar² mengenal sifat masing masing" tambah arini
tanpa terasa angkot yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah adinda dan adindapun langsung menuruni angkot tersebut.
" sampai jumpa besok" kata adinda sambil melambaikan tangannya