kedekatan arini dan andra

686 Words
sejak kejadian andra menjemput arini malam itu, keduanya semakin dekat. tak jarang andra menjemput arini dan kedua sahabatnya itu, walaupun terkadang adinda dan renita menolak untuk ikut keduanya karena mereka takut mengganggu sepasang kekasih itu. yaaa... arini dan andra sudah menjalin kasih seminggu setelah andra menjemput arini pada malam itu.... pada saat itu arini merasa menjadi wanita yang paling bahagia tanpa dia ketahui kebahagiaan ini yang akan memberi rasa sakit yang luaar biasaa sahabat arini pun merasakan kebahagiaan yang sedang arini rasa, mereka selalu mendukung apapun yang membuat arini bahagia. karena bagi mereka jika salahsatu diantara mereka bahagia maka kebahagiaan itu mereka rasakan juga. itulah yang membuat persahabatan mereka bertahan sampai sekarang... malam ini arini, adinda dan renita berencana untuk menginap dirumah adinda, karena besok libur. dirumah adinda, mereka habiskan malam dengan bercerita dari a-z. seolah² mereka sahabat yang sudah sekian lama tidak bertemu, obrolan mereka tak ada hentinya diselingi dengan gelak tawa hingga membuat mama adinda mendatangi kamar mereka untuk memperingatkan agar suara mereka agak dikecilkan... " ren gmna kedekatan loe sama bagus, kok sekarang dia jarang jemput loe sih? " tanya arini ke renita yaaa saat ini renita sedang dekat seorang cowok bernama bagus, tempat tinggal bagus dekat dengan sekolah kami sehingga hampir setiap hari kami ketemu dia. bagus berbeda sekolah dengan kami, tapi dia sudah lulus,1 tingkat diatas kami. renita pun menjawab dengan malas "gak tau gue juga, entah kenapa gue ngerasa dia itu cuma iseng doang deketin gue" " maksud loe iseng gmna ren? " balas adinda "loe tau sendiri kan, sejak kejadian kemaren pas gue gak angkat telpon dia beberapa kali itu, dia gak pernah hubungin gue lagi" renita membuang nafas dengan kasar "harusnya kalo emang dia beneran suka sama gue, ya seenggaknya berjuang dikit lah jangan kaya gini, cuma gara² gak diangkat telponnya eeehhh dia menghindar, bikin gue ilfeel ajja" tambah renita " lagian loe juga sih ren sok jual mahal segala, padahal gue tau kalo loe itu suka sama si bagus" timpal adinda " gimana kalo seandainya bagus diambil cewek lain, gara gara loe cuekin dia " tanya arini yang membuat renita memutar bola matanya hingga akhirnya menatap langit²kamar adinda "hmmm jangan sampe kayak gitu dong, yang ada gue sedihh dan males pergi sekolah " renita memelas " loe tau sendiri kan yang selama ini bikin gue semangat sekolah tuh bagus, karena gue pengen ketemu dia walaupun cuma menatap dari kejauhan" tambahnya "yaudah mending loe berdoa aja semoga besok dia ada hubungin loe lagi, berharap sih langsung nembak loe heheeee" saran arini yang diaminkan oleh 2 orang dihadapannya "yaudah mending tidur yuk, udah malem juga tau. gue udah ngantuk banget nihh" ajak adinda kepada dua sahabatnya itu dibales anggukan oleh mereka berdua.. . pukul 8 mereka baru bangun, mama adinda sengaja tidak membangunkan mereka karena beliau tau kalau hari ini hari libur... pada saat mereka bangun, keadaan rumah adinda sudah sepi. mama adinda pergi pengajian , ayahnya sudah pergi bekerja sedangkan adiknya yang laki laki sudah berangkat ke sekolah. rencananya hari ini mereka akan pergi berenang, mendinginkan otak mereka yang setiap hari selalu penuh dengan pelajaran. " jadi jam brpa kita berangkat?? " tanya arini pada kedua sahabatnya itu " gue sih terserah loe aja rin" jawab adinda sambil memasukkan nasi goreng ke mulutnya " habis sarapan kita langsung berangkat aja, gak ada yang ditunggu juga kan? " tanya renita yang saat itu hendak sarapan " oke dehhh" jawab adinda sekitar 30 menit mereka tiba di tempat yang dituju, tempatnya lumayan ramai banyak anak kecil sedang bermain air. tanpa berpikir panjang merekapun langsung ganti pakaian dan melompat ke kolam yang lumayan dalam. sekitar satu jam mereka berada di tempat itu, dan sudah waktunya untuk pulang karena mereka pun harus pulang kerumah masing masing. sampe rumah adinda, arini dan renita pun langsung pamitan kepada mama adinda yang kebetulan sudah pulang dari pengajian. " mah, renita sama arini pamit pulang ya, maaf jika kami sudah merepotkan mama" kata renita " iya ...hati hati dijalan yah, lagian kalian tidak mereotkan kok, malah mama senang karena adinda ada temennya" jawab sang mama arini dan renita pun mencium tangan mama adinda dan langsung pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD