gerbang sekolah sudah terbuka dengan lebar, para siswa pun mulai memasuki area sekolah.
renita yang saat itu sedang menunggu kedua sahabatnya, dengan hati yang berbunga bunga. dia ingin segera menceritakan kejadian yang dialaminya tadi malam. tapi adinda dan arini belum juga kelihatan batang hidungnya padahal 5 menit lagi bel sekolah berbunyi.
renita mondar mandir didepan kelasnya, sesekali ia menatap gerbang sekolah berharap dua sahabatnya itu nongol, sampai akhirnya bel dibunyikan tanda semua siswa sudah harus memasuki kelas masing masing.
renita pun menyerah hingga dia harus memasuki kelasnya dan berfikir kalau kedua sahabatnya itu tidak masuk kelas hari ini.
dari arah gerbang arini dan adinda berlari untuk memasuki area sekolah, dengan nafas ngos-ngosan akhirnya merekapun sampai dikelas. dan untungnya guru yang harus mengajar pada jam pertama mereka sedang ada urusan jadi mereka dengan lega nya masuk ke dalam kelas.
"gue kira loe berdua gak masuk hari ini" keluh renita
" tadi gue nunggu adinda dlu, soalnya tadi angkot dia dibelakang angkot yang gue tumpangi" sahut arini
" gue kesel banget deh sama tuh sopir angkot, jalannya lambat udah tau gue buru buru" balas adinda sambil mukanya cemberut
" lagian loe juga sih, pasti bangunnya kesiangan lagi" timpal renita
dan adinda pun mengangguk sambil cengengesan
" ren tumben banget sih kayaknya hari ini loe semangat banget ke sekolah? " tanya arini
" kayaknya ada sesuatu nih" sambar adinda
renita pun langsung mendekat kepada kedua sahabatnya itu
" semalem bagus nembak gue" bisik renita
" tapi belum gue jawab, gengsi juga kan kalo misalkan langsung gue terima lagian dia nembaknya juga lewat telpon" tambahnya
adinda dan arinipun kaget, secara mereka tau kalo renita tuh suka sama si bagus kok bisa²nya sih belum dia terima
" loe itu ya ren, gengsinya tingkat dewa. terus loe jawab apa dong semalam? " tanya adinda
"ya gue bilang gimana besok aja, soalnya kan gue minta pendapat loe loe dulu" jawab renita dengan gampangnya
" hari ini katanya dia mau nganterin gue pulang, sekalian nunggu jawaban dari gue" tambahnya
" yaudah tinggal loe terima aja tuh si bagus, daripada nanti loe nyesel. ujung ujungnya nangisin tuh cowok dikamar gue kayak minggu kemaren hahaaaa" ledek adinda
tak terasa sudah waktunya pulang, dengan hati deg-degan renita keluar gerbang dengan kedua sahabatnya.
disebrang jalan seorang cowok memandang kearah gerbang, dan menatap kearah mereka bertiga, tepatnya kearah renita.
yaa itu bagus, dia sudah menunggu renita disebrang jalan sambil duduk diatas kendaraan roda duanya.
dengan cepat baguspun menghampiri mereka bertiga
" boleh pinjam renita nya bentar gak? " tanya bagus kepada dinda dan renita
sontak aja kedua sahabat itu langsung mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk pulang duluan.
" lihat deh renita salah tingkah gitu, ketauan banget kalo dia tuh suka sama bagus" ejek adinda
arini membalas dengan senyuman dan merekapun langsung berjalan kaki menuju pangkalan angkot berharap ada angkot yang langsung berangkat.
hari ini mereka pulang kerumah adinda, karena waktu di dalam angkot renita mengabari mereka kalau dia ingin kumpul dirumah adinda hanya untuk menceritakan kejadian tadi.
" kita kumpul dirumah adinda yah, gue mau cerita sesuatu sama kalian" isi chat yang dikirim renita
lalu adinda membalas dengan emot jempol, tanda kalau adinda dan arini setuju.
saat tiba dirumah adinda, langsung saja menuju ruangan ternyaman mereka yaitu kamar adinda
sambil menunggu kedatangan renita, adinda dan arini membuat mie instan karena cacing diperut mereka sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
selesai makan mie instan, renita pun datang diantar oleh bagus
terlihat sekali wajah renita berseri seri, sepertinya dia baru saja jadian dengan bagus
tanpa basa basi dia langsung menghampiri adinda dan renita.
" akhirnya gue jadian juga sama bagus" seru renita dengan hati yang berbunga bunga
" syukur deh, akhirnya loe gak jomblo lagi" ejek arini
di balas tawa oleh adinda
" gue sama arini minta ditraktir baso yah, pajak jadian heheeeee" tambah adinda
tak terasa sudah pukul 16.00 itu artinya arini dan renita harus segera pulang, mereka tidak mau kalau orangtuanya ngomel² karena mereka telat pulang.. . .