bc

Dosa yang Kami Pahat Menjadi Istana

book_age18+
5
FOLLOW
1K
READ
dark
badboy
kickass heroine
drama
city
like
intro-logo
Blurb

Dia adalah kalkulasi yang sempurna. Aku adalah prinsip yang rapuh. Cinta kami dimulai dari sebuah pengkhianatan yang meruntuhkan segalanya.

Riana, seorang guru yang cantik, elegan, dan berprinsip, terjebak dalam pernikahan yang mulai membosankan dengan Jaya, suaminya yang berjuang di bisnis kecil-kecilan. Hidupnya adalah rutinitas keuangan pas-pasan, kelelahan, dan kerinduan akan sesuatu yang lebih.

Pram Harsanto, direktur konglomerat properti yang tajam, licik, dan terobsesi pada kontrol, melihat Riana dan tahu dia harus memilikinya. Bukan dengan cara biasa. Dengan strategi yang sempurna, dia mendekati bukan sang istri, melainkan suaminya yang polos. Dengan tawaran bisnis dan janji kemitraan, dia menyusup perlahan ke dalam kehidupan mereka, meracuni dari dalam.

Dari pertemuan "kebetulan" yang dirancang, percakapan intelektual yang memikat, hingga perhatian yang membuat Riana merasa terlihat setelah sekian lama, Pram merobek benteng prinsip Riana satu per satu. Sementara itu, Jaya, tanpa curiga, semakin terpuruk oleh jebakan finansial yang diatur dengan rapi oleh pria yang dia anggap sebagai penyelamat.

Perselingkuhan yang dimulai di apartemen gelap berkembang menjadi hubungan gelap yang penuh gairah liar, pengakuan paksa, dan pelecehan moral yang mencapai puncaknya saat Pram membujuk Riana untuk berbohong pada suaminya di saat mereka sedang bersatu. Kehancuran total Jaya hanyalah sebuah transaksi bagi Pram: satu miliar rupiah untuk membeli istri dan anak-anaknya.

Namun, di puing-puing pengkhianatan itu, sebuah paradoks lahir. Keguguran dan air mata pria yang tak tergoyahkan itu membuat Riana melihat sisi lain Pram: kerapuhan, penyesalan, dan cinta yang sesungguhnya. Dia jatuh cinta pada pria yang menghancurkannya. Bersama, mereka membangun kembali dari reruntuhan, menikah, dan membentuk sebuah keluarga baru yang mewah.

Tapi cinta mereka bukanlah kisah dongeng biasa. Ini adalah ritual yang intens dan gelap, di mana kata-kata vulgar menjadi pujian, kepemilikan total menjadi bahasa kasih, dan obsesi Pram terhadap kejantanan dirinya berubah menjadi doktrin bagi anak-anak mereka: "Carilah pasangan seperti ayahmu."

"Dosa yang Kami Pahat Menjadi Istana" adalah sebuah kisah dark romance yang mendalam dan kompleks. Sebuah perjalanan liar dari nafsu terlarang, manipulasi keji, dan kehancuran moral, menuju penerimaan, cinta yang tidak konvensional, dan pembentukan sebuah dinasti keluarga dari fondasi yang paling kelam. Sebuah pertanyaan menggantung: Apakah cinta yang lahir dari dosa bisa menjadi sesuatu yang suci?

chap-preview
Free preview
Pram Harsanto Khu
Namaku Pram. Nama lengkapku, yang tercantum dengan tinta hitam pekat di pintu kantor Direktur Utama, adalah Pram Harsanto Khu. Marga ‘Khu’ (*) di belakang namaku adalah peninggalan kakek buyut dari garis ayah, seorang Hakka Bangka yang ulet. Ayahku, Khu Hendra Wijaya, adalah tulang punggung keluarga, pria berkulit gelap legam khas Bangka yang bicaranya singkat dan berisi. Ibuku, Gloria Harsanto-Khu, adalah perpaduan unik: darah Tionghoa Manado yang riang dan sedikit darah Belanda dari nenek buyutnya yang memberi warna mata coklat muda dan postur tubuh yang lebih tinggi. Dari keduanya, aku mewarisi wajah oriental yang tajam dari ayah dan tinggi tubuh serta warna mata unik dari ibu. Sebuah paket yang, menurut banyak orang, sangat menarik. Usiaku 33 tahun. Jabatanku: Direktur Utama PT. Naga Emas Perkasa, sebuah perusahaan pengembang properti dan manajemen gedung yang mengelola salah satu gedung perkantoran paling prestisius di segitiga emas Kuningan, Jakarta: The Naga Tower. Perusahaan ini didirikan oleh kakekku dan diperluas secara agresif oleh ayahku. Bidang kami adalah membangun dan menguasai ruang-ruang di kota ini, baik secara fisik maupun simbolis. Sebagai satu-satunya anak, aku tidak pernah punya pilihan. Sejak kecil, hidupku adalah kurikulum tersembunyi untuk menjadi penerus tahta. Sementara anak lain bermain, aku diajak ayah melihat proyek konstruksi. Saat remaja, liburanku diisi dengan magang di berbagai divisi, dari keuangan hingga negosiasi sewa. Ayahku adalah guru yang kejam namun efektif. “Di dunia ini, Pram,” ujarnya suatu malam setelah sebuah negosiasi bisnis yang sengit, “hanya ada dua jenis orang: yang menginjak dan yang terinjak. Kau harus memilih.” Pelajaran terberat adalah ketika dia bercerita, tanpa tedeng aling-aling, bagaimana dia “menyingkirkan” pamanku sendiri dari peta kekuasaan perusahaan. Bukan dengan kekerasan fisik, tentu saja, tapi dengan manuver saham, informasi rahasia, dan permainan politik kantor yang mematikan. “Semua yang menghalangi jalanmu, harus kamu singkirkan. Sentimen adalah kelemahan. Keluarga dalam bisnis adalah mitra atau pesaing. Tidak ada istilah lain.” Kata-kata itu terpateri, membentuk karakternya yang sekarang: teliti sampai ke titik desimal, tegas hingga dingin, ambisius tanpa batas, dan licik seperti ular sanca yang tahu kapan harus melingkar dan kapan harus mematikan mangsa. Aku lulus dari sekolah bisnis terbaik di AS, bukan karena passion, tapi karena itu adalah syarat tak tertulis. Kembali ke Indonesia, aku langsung diserap ke dalam mesin Naga Emas Perkasa. Dalam sepuluh tahun, aku naik dari posisi manajer junior menjadi direktur utama, menggantikan ayah yang sekarang fokus sebagai komisaris. Di balik kesuksesan itu, ada beberapa kepala yang secara halus “disingkirkan”—rival internal, direktur yang terlalu lambat, partner yang mulai menyulitkan. Aku menjalankan warisan ayah dengan sempurna: tanpa ampun, dan selalu menguntungkan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.9K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
21.3K
bc

Trapped in My Future Boss

read
3.4K
bc

Menyala Istri Sah!

read
4.5K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
54.3K
bc

Desahan Sang Biduan

read
56.7K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
16.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook