Chapter 41

1236 Words

Albert berlari menuju mobilnya saat pintu lift terbuka. Dia langsung membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Cella pada kursi penumpang di depan. Dia bergegas menuju kemudinya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. “Cell, sebentar lagi kita sampai,” ucap Albert sambil menggenggam tangan Cella dengan sebelah tangannya. “Sakit, Al. Sangat sakit,” rintih Cella semakin melemah. Dengan konsentrasi yang terbagi, Albert tetap memerhatikan jalanan dan keamanannya saat menyetir. Untung saja jalanan tidak terlalu ramai karena jam makan siang sudah berakhir. Dia masih setia menggenggam tangan Cella yang tengah mencengkramnya kuat. “Cella, kamu harus bertahan,” pinta Albert yang sesekali melihat wajah memucat Cella. “Al, aku sudah tidak tahan,” ucap Cella melemah dan Albert bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD