Cella membuka matanya pelan-pelan yang terasa berat. Dia memerhatikan nuansa kamar yang dirasa asing. Otaknya cepat mengingat di mana dirinya sekarang berada. Dia menelengkan kepalanya saat mendengar suara pintu terbuka. “Sudah bangun, Cell?” Albert bertanya saat keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat lebih segar setelah terkena air. “Al,” panggil Cella serak. Albert segera menghampiri ranjang Cella dan memosisikan sang istri setengah berbaring. Dia memberikan Cella air untuk membasahi tenggorokannya. “Cukup?” tanyanya sambil membersihkan bekas air di sudut bibir Cella. Cella mengangguk sambil mengelus perutnya. “Kenapa, Cell? Ada yang sakit?” Albert melihat raut wajah gelisah Cella dan gerakan tangan istrinya yang mengelus perut. “Tolong antar aku ke kamar mandi, Al,” pinta Cell

