Limapuluhsatu: Diandra

1166 Words

Disa nampak berjalan dengan begitu lesu menuju ke halte, bahkan gadis itu sedari tadi hanya tertunduk, tak memerhatikan keadaan sekelilingnya. Pun ia mendaratkan tubuh bagian belakangnya di atas kursi halte, menanti kedatangan bus yang akan membawanya ke tempat tujuan, rumah. "Kau mau pulang?" Gadis itu sontak menoleh kala mendengar sebuah suara yang begitu familiar baginya. Benar saja, Aksa, berada tepat di sebelahnya. "Oh, kau? Iya," Jawab Disa. "Aksa," panggilnya. "Wanita yang tadi kulihat di depan kelasmu…." "Hera?" Aksa langsung menebaknya bahkan sebelum Disa menyelesaikan kalimatnya. "Apakah dia seniormu?" Tanya Disa. "Senior? Apa dia tampak seperti seseorang yang lebih tua dari kita? Selain itu, dia dijuluki dengan 'dewi mahasiswi baru'." Papar Aksa. "Tunggu, kalau begitu di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD