Status

1266 Words

"Gue minta maaf." Derry menatap Nasim yang sekarang berada di depannya, duduk di kursi seberang, dengan wajah datar. Nasim masih kesal dengan sikap Derry waktu itu. Setelah mendengar penjelasan selengkapnya dari Jihan. Besoknya Derry langsung meminta Nasim menemuinya sepulang kerja di cafe dekat hotel. Awalnya Nasim menolak, masih kesal pada Derry. Derry memohon dan sedikit memaksa, Nasim yang berhati lembut, luluh seketika. "Jihan udah jelasin semuanya, gue baru tahu faktanya." "Itu kebisaan buruk lo, lo selalu aja dengerin kabar buruk. Enak kalo burung yang datang baik, kalo buruk macam Jina, gimana jadinya? Kita nyaris musuhan gara-gara dia," sahut Nasim masih ketus. Derry nyengir lebar, berusaha membujuk Nasim agar tidak marah lagi. "Iya lain kali kalo dapat kabar burung, gue l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD