"Jauh-jauh lo dari Nasim! " Jina mendorong keras bahu Jihan, menghadang langkah lebar Jihan menuju UGD. Jihan yang tidak siap, nyaris jatuh. "Gara-gara nolongi lo, Nasim jadi celaka ... kehadiran lo cuma buat Nasim nyaris mati! " Suara teriakan Jina di lorong rumah sakit, menarik perhatian semua orang yang lalu lalanh, mereka menatap keduanya. Jina tidak peduli, Jihan menunduk dalam, tidak kuasa membalas perkataan Jina, Nasim tertikam karena dia ingin menyelamatkannya, itu faktanya. "Selama gue hidup gak akan gue biarin lo dekatin Nasim lagi!" Jina hendak kembali mendorong tubuh ringkih Jihan, tapi kali ini gagal. Fajar terlebih dahulu menarik tangan Jina menjauh dari Jihan. Jina memberontak, tidak terima, Fajar tidak peduli, terus menarik Jina yang sudha bertingkah bak kesetan. Tang

