Tidak Tau Diri

1208 Words

"Pagi sayang," sapa Riska saat Gian datang bergabung untuk sarapan bersamanya dan Laras. Seperti kebiasaan mereka, Gian langsung memeluk Riska dan mengecup sekilas bibirnya. Tak lupa dia bersimpuh di hadapan Riska dan mengusap perut buncitnya. Gian juga menyapa buah hatinya yang masih berada di rahim istrinya itu. "Selamat pagi sayangnya Papi, semoga kamu sehat hingga terlahir ke dunia nanti. Sungguh Papi tidak sabar untuk bertemu denganmu," tuturnya lembut menggetarkan hati Riska. Betapa romantis dan hangatnya perlakuan sang suami membuat kedua pipinya bersemu merah, tersanjung karena perlakuan sederhana tersebut mampu membuatnya melambung tinggi ke awan. Namun apa yang dilakukan Gian terhadap Riska semakin meluluhlantakkan hati Laras. Jantung dan hatinya terasa diremas kuat melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD