Part 25

1210 Words
Pelanggan itu pun melangkah pergi meninggalkan cafe itu. “Ikut gue!” seru Aleeza sambil menarik lengan Alvis menuju tempat yang sepi “Kenapa lo bayarin?” tanya Aleeza “Ya kan udah tanggung jawab gue” jawab Alvis “Kenapa itu jadi tanggung jawab lo?” tanya Aleeza “Ya lo kan pegawai gue” jawab Alvis “Padahal gue itu gak salah” ucap Aleeza “Iya gue tahu, cuman orang kayak gitu dilawan malah makin menjadi” ucap Alvis “Tapi kan ada CCTV” ucap Aleeza “Udah deh, anggap aja gue kasih rezeki buat dia” balas Alvis “Kenapa sih orang kaya suka banget buang uang?” tanya Aleeza kesal “Kalau mau berbagi tuh kepada yang membutuhkan bukan penipu kayak ibu-ibu tadi, malah fitnah- fitnah gue lagi” sambung Aleeza kesal “Lo marah pun sekarang gak ada gunanya lagi kan?” tanya Alvis “Emangnya lo siapa? Suka-suka gue dong mau luapin kesal gue atau enggak, makin dipendam nanti kena mental!” seru Aleeza kemudian melangkah pergi meninggalkan Alvis ‘Tuh cewek emang gak berubah’ batin Alvis sambil tersenyum ******* “Kamu sakit?” tanya Alex khawatir Karina diam. Mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit saat Alex mengantarkan Cassey untuk pemeriksaan kesehatan yang memang dilakukan rutin setiap bulan. Sambil menunggu pemeriksaan Cassey selesai, Alex menarik Karina ke taman rumah sakit. “Kenapa diam?” tanya Alex “Aku gak sakit” jawab Karina “Terus ngapain di sini?” tanya Alex “Temani saudara aku check-up” jawab Karina “Kamu aku hubungi gak pernah balas, aku chat dan aku sms gak pernah kamu balas, kamu kenapa lagi?” tanya Alex meminta penjelasan “Kamunya aja yang gak sayang lagi sama aku” jawab Karina “Maksud kamu apa sih? Kamu ngomong kayak gitu buat aku makin gak paham kamu kenapa?” tanya Alex bingung “Ya buktinya kamu udah mulai kencan buta sama cewek lain” jawab Karina “Lah kapan?” tanya Alex “Kamu jangan bohong!” seru Karina “Aku gak bohong! Kapan aku ikut kencan buta lagi?” tanya Alex “Kamu dengar itu darimana sih?” tanya Alex lagi “Aku gak sengaja dengan percakapan kamu sama mama kamu” jawab Karina “Percakapan yang mana?” tanya Alex “Tentang yang namanya Zanna” jawab Karina Alex mendadak diam sejenak. “Ya ampun, sayang. Kamu salah paham” ujar Alex “Alex!” seru seseorang memanggil Alex Panjang umur, ternyata orang itu adalah Zanna. “Kak Zanna ngapain di rumah sakit?” tanya Alex Karina sontak menatap Zanna dengan tatapan intens. ‘Tuh kan benar cewek yang di parkiran kemarin’ batin Karina “Oh gue lagi temani mama cek kadar gula, soalnya khawatir ada gula” jawab Zanna Alex mengangguk paham. “Tuh! Sama dia aja kamu!” seru Karina kesal Zanna menatap bingung pada Karina. ‘Wah, Karina kalau ketemu langsung lebih cantik daripada yang difoto’ batin Zanna ‘Tapi kenapa dia natap sinis gue gitu?’ batin Zanna bertanya tanya “Biar gue jelasin kak” ucap Alex “Karina kira lo itu pacar gue kak” sambung Alex “Lah bukan!” seru Zanna “Nah itu makanya, gue baru mau jelasin” ucap Alex “Dia ini pacar kakak aku, yang dijodohin sama kak Steve” jelas Alex “K-kamu serius?” tanya Karina mendadak merasa tidak enak Alex mengangguk. Karina sontak kemudian menundukkan kepalanya untuk meminta maaf pada Zanna. “Maaf kak, gue udah salah paham” ucap Karina Zanna langsung menahan Karina agar tidak menundukkan kepalanya, karena dia bukan orang yang seterhormat itu. “Iya gak apa-apa” balas Zanna “Kalau gitu ayo kenalan! Jangan salah paham lagi ya!” seru Zanna Karina mengangguk dengan segan. “Udah santai aja, anggap aja kita teman udah lama” ucap Zanna Karina mengangguk sambil tersenyum. “Eh gue duluan ya, kayaknya udah selesai” pamit Zanna Alex dan Karina mengangguk dan Zanna pun melangkah pergi meninggalkan mereka. “Aku minta maaf ya, aku udah salah paham sama kamu” ucap Karina Alex tersenyum. “Gak apa-apa, maklum kok. Kamu pasti cemburu ya?” tanya Alex Karina mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya. Alex tertawa kecil. “Kamu aku antar apa gimana?” tanya Alex “Aku bareng saudara aku” jawab Karina “Oke deh, kalau gitu aku nyusul mama dulu ya” pamit Alex Karina mengangguk sambil tersenyum dan bernafas lega. ******* Steve yang sedang berada di ruangannya menatap layar komputernya dengan serius. Hari ini ia tidak bawa laptop dan mulai memakai komputer perusahaan. Sesekali, Steve melihat ponselnya karena berharap seseorang menghubunginya. Siapa lagi kalau bukan Zanna? Drtttt…. Drrrrtt…. Drrrtttt…. Ponsel Steve bergetar dan benar saja kali ini Zanna menghubungi dirinya. Dengan cepat, Steve menjawab panggilan itu. “Halo” sapa Steve “Steve, kamu tahu gak sih?” tanya Zanna “Kenapa?” tanya Steve “Aku baru pulang antar mama dari rumah sakit” jawab Zanna “Mama kamu sakit?” tanya Steve “Enggak kok, cuman cek kadar gula aja dan ternyata masih baik-baik aja” jawab Zanna ‘Syukurlah’ batin Steve “Terus aku ketemu sama Alex dan Karina, kamu tahu gak? Mereka berantam karena aku, Karina kira aku pacarnya Alex” jelas Zanna “Kok bisa?” tanya Steve “Salah paham kali ya” jawab Zanna “Makanya, kamu itu terlalu dekat sama Alex” ucap Steve “Ih masa kamu cemburu sama adik kamu sendiri” balas Zanna “Siapa yang cemburu?” tanya Steve “Gak ngaku lagi!” seru Zanna kesal Steve mengulum senyumnya. “Kamu sekarang lagi di mana?” tanya Steve “Lagi di kamar aku sambil nyari info lowongan kerja” jawab Zanna ‘Sebenarnya ada sih lowongan di sini’ batin Steve “Di sini ada lowongan” ucap Steve “Ha? Serius?” tanya Zanna “Barusan aku kirim ke kamu link web syarat syaratnya” jawab Steve “Posisinya apa?” tanya Zanna “Kamu lihat aja di link itu” jawab Steve Zanna terdiam sejenak karena membaca dengan cermat link yang Steve berikan padanya. Sekretaris Steve masuk. “Ada apa?” bisik Steve “Maaf pak, rapat bapak sebentar lagi akan dimulai” bisik sekretaris itu “Oke, tunggu lima menit lagi” bisik Steve “Baik pak” bisik sekretaris itu dan pergi dari ruangan Steve “Gimana udah selesai bacanya?” tanya Steve membuka percakapan “Udah sesuai sih, tapi posisinya staff biasa ya?” tanya Zanna “Iya. Lowongan lain gak ada” jawab Steve “Oke deh, nanti aku pikirin lagi” balas Zanna “Oke, sekarang aku mau meeting jadi-“ “Yahh meeting lagi” keluh Zanna memotong ucapan Steve Steve tersenyum tipis. “Berasa LDR pacaran sama kamu, ketemunya pas akhir pekan doang” sambung Zanna “Maaf ya” ucap Steve “Gak perlu minta maaf, kan emang kerja kamu. Kecuali kamu di sana main cewek, baru aku marah!” seru Zanna “Kalau emang lagi gak sibuk, nanti aku nyusul kamu kok” ucap Steve “Oke deh!” seru Zanna “Bye sayang!” seru Zanna sambil mengecup jauh Steve dan memutuskan panggilan itu Steve terdiam sejenak lalu tersenyum. Kemudian, Steve bersiap-siap dan pergi ke rapatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD