Part 18

1195 Words
“Udah, lo gak usah sok perhatian deh!” jawab Steve Zanna terdiam mendengar ucapan Steve. Steve menatap ekspresi Zanna yang menahan tangis seperti sudah dibentak. “Kenapa? Mau nangis lo?” tanya Steve Zanna menggeleng pelan. Steve menatap Zanna tidak tega. Zanna mengulum senyumnya saat melihat Steve yang seperti sudah tidak tega. Zanna tahu betul apa kelemahan dari seorang Steve. Steve beralih melihat apa yang dibawa oleh Zanna. “Apa tuh?” tanya Steve “Aku bawain kamu makanan” jawab Zanna “Tapi kayaknya gak bisa kamu makan deh, kamu kan lagi sakit” sambung Zanna “Aku belikan bubur dulu ya” sambung Zanna lagi “Lo kira gue sakit gigi gak bisa ngunyah selain bubur?” tanya Steve “Tapi kan pasti terasa pahit” jawab Zanna “Bubur pun juga pahit” balas Steve “Lagian gue udah makan” sambung Steve “Yahhh” respon Zanna kecewa “Lo pulang deh, gue makin meriang kalau lo di sini” ujar Steve Zanna mengerucutkan bibirnya. “Gak ah, gak mau” tolak Zanna Zanna mulai mengelilingi kamar Steve. ‘Eh apa nih?’ batin Zanna Zanna melihat sebuah bingkai foto saat membuka laci meja Steve. Zanna tersenyum saat mengetahui Steve masih menyimpan foto mereka. Zanna segera mendatangi Steve yang sedang mencoba untuk tidur. “Ciee masih simpan” goda Zanna Steve membuka matanya dan seketika matanya melebar saat melihat bingkai foto yang dipegang oleh Zanna. “Maksud lo apa ha? Yang bolehin lo pegang sana-sini siapa?!” bentak Steve Zanna lagi lagi terdiam. Kali ini Steve benar benar membentak dirinya. “Sini!” seru Steve sambil merampas bingkai foto itu “Jangan kepedean! Foto yang tadi lupa gue buang” jelas Steve Deg! Jantung Zanna terasa terhenti. Zanna memeras ujung roknya. “Buang?” tanya Zanna “Iyalah! Ngapain gue simpan simpan, gak guna!” jawab Steve sambil memegang kepalanya yang terasa pusing Zanna menatap ke arah atap atap kamar Steve untuk menahan tangis. ‘Lebay banget gini aja mau nangis’ batin Zanna Steve menatap Zanna yang tidak merespon ucapannya. Terlihat gadis itu melihat ke atas entah melihat apa. “Emangnya lo gak buang?” tanya Steve penasaran Zanna yang tadinya menatap langit-langit kamar Steve, kini beralih menatap mata Steve. Zanna tersenyum pedih. “Ya aku buang juga sih, udah lama aku buang” jawab Zanna Deg! Kali ini jantung Steve yang terasa seperti berhenti. Walaupun Steve melakukan hal yang sama, tapi entah kenapa Steve tidak suka Zanna melakukan itu. “Eh numpang ke toilet dong” izin Zanna Steve menunjuk pintu pojok kamar yang ternyata adalah sebuah toilet. Zanna segera bergegas masuk ke dalam toilet. Zanna menutup pintu dengan keras yang sebenarnya sengaja. Ia kesal. Saking kesalnya, ia sengaja berbohong kalau ia juga membuang barang barang kenangan mereka. Zanna masih simpan, bahkan diletakkan di sebuah lemari khusus di kamarnya. Zanna menghembus nafas berat lalu segera menggelengkan kepalanya dengan kuat. ‘Gue gak boleh lemah, gue harus bisa luluhin dia’ batin Zanna ‘Gue yakin dia masih suka sama gue’ batin Zanna lagi *********** Karina duduk di bangku taman menunggu Alex. Ya, hari ini mereka janjian untuk berjumpa satu sama lain. Karina tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Alex yang terlihat mencari keberadaannya. Alex yang menyadari keberadaan Karina langsung tersenyum. Alex melangkahkan kakinya menuju tempat Karina berada. “Ramai ya hari ini” ucap Alex ketika sudah berada di tempat Karina Karina mengangguk setuju. “Hari ini juga cerah ya cuacanya, biasanya mendung” ujar Karina “Kayaknya mulai musim hujan deh bulan depan” ucap Alex Karina mengangguk. Kemudian mereka saling menatap satu sama lain lalu akhirnya sama sama tertawa dengan topik pembahasan mereka yang sangat klise. “Kayak baru pacaran aja topik kita” ucap Karina “Sebenarnya gak apa-apa sih” ucap Alex “Ya tapi lucu aja” balas Karina Alex tersenyum sambil menatap wajah kekasihnya itu. “Sayang?” panggil Alex “Ya?” tanya Karina “Aku bakalan ke luar kota karena bisnis,gak apa-apa kan?” tanya Alex “Ya gak apa-apa lah, kamu kayak baru pertama kali izin aja” jawab Karina Alex tersenyum. “Kapan perginya?” tanya Karina “Belum tahu, dia masih rencana aja” jawab Alex “Cuman rencana yang pasti udah bakalan jadi” sambung Alex Karina mengangguk paham. “Eh, hubungan kakak kamu sama cewek itu gimana? Udah ada perkembangan?” tanya Karina “Kayaknya belum deh” jawab Alex “Kamu sabar ya, kakak aku itu hatinya beku” sambung Alex “Aku gak masalah sih, tapi aku takut aja cewek itu capek dan akhirnya nyerah” ungkap Karina “Mungkin emang harus ditinggal dulu baru terbuka hatinya” ucap Alex “Udah deh bahasnya, ayok!” ajak Karina “Kemana?” tanya Alex “Aku mau jalan-jalan, masa duduk-duduk doang?” tanya Karina Alex terkekeh pelan. Kemudian menggandeng tangan Karina lalu berjalan jalan di sekitar taman. ****** Zanna keluar dari toilet dan menemukan Steve sudah tertidur. Zanna berjongkok agar bisa melihat wajah Steve dengan jelas. Secara perlahan, Zanna mengusap rambut Steve. Zanna membelalakkan matanya saat tatapan mereka berdua bertemu. Steve bangun dari tidurnya. Zanna berhenti mengusap rambut Steve dan segera berdiri. “Maaf” ucap Zanna Zanna melihat Steve yang masih menatap dirinya. “Aku gak m***m loh ya” ucap Zanna memperingatkan agar Steve tidak salah paham “Gue gak omong-omong apa tuh” goda Steve “Pokoknya tadi aku cuma ngelus rambut doang, gak ada maksud lain” jelas Zanna “Ohh” goda Steve ‘Oh nya ngeselin banget!’ batin Zanna kesal Steve menahan senyumnya saat melihat ekspresi Zanna. “Aku pulang aja deh” pamit Zanna Steve tidak merespon apa apa. “Aku pulang nih ya” pamit Zanna sambil berharap Steve menghentikannya “Aku bilang aku mau pulang” pamit Zanna lagi Zanna makin kesal saat melihat Steve menutup matanya begitu saja. Zanna menghentakkan kakinya kesal kemudian duduk di tepi tempat tidur Steve. “Gak jadi pulang?” tanya Steve yang masih menutup matanya “Aku pulang, kalau kamu suruh pulang” jawab Zanna “Pulang sana!” usir Steve Zanna menatap tajam Steve. “Gue udah baikan, lo pulang aja” ucap Steve lagi “Kalau aku gak mau?” tanya Zanna “Emang lo gak takut sama gue?” tanya Steve “Takut apa?” tanya Zanna “Gue macam macam gimana?” ancam Steve “Aku percaya sama kamu” ucap Zanna “Jangan terlalu percaya sama cowok” tegur Steve “Bodo amat” ucap Zanna tidak peduli “Kalau cowoknya kayak kamu, masih bisa dibicarakan baik-baik” sambung Zanna “Yakin nih?” tanya Steve Zanna menelan air ludahnya saat melihat Steve sudah menatap dirinya dengan pandangan serius. “Mama lagi di rumah loh, hati-hati kamu” ucap Zanna memperingatkan “Makanya pulang” usir Steve lagi “Gak!” tolak Zanna Steve mulai bangun dari tidurnya mengambil posisi duduk. Steve mulai mendekat membuat jantung Zanna langsung berdegup dengan sangat kencang. Zanna meremas roknya dengan kuat kemudian langsung berdiri karena tidak tahan lagi dengan Steve yang semakin mendekat. “A-aku pulang dulu” pamit Zanna lalu segera berlari keluar dari kamar Steve Steve tersenyum melihat kepergian Zanna.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD