Part 17

1194 Words
Steve tiba di rumahnya sekitar pukul sebelas malam. Ia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya di atas kasur empuk miliknya. Badannya terasa lelah dan sakit. Drrrtt …. Drrrtt ….. Ponsel Steve bergetar membuat Steve berdecak kesal. ‘Duh siapa lagi sih?’ batin Steve kesal karena merasa terganggu Steve mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan masuk dari Sam. Steve menghembus nafas berat. Kemudian beralih menjawab panggilan tersebut. “Halo” ketus Steve “STEVE ASLI!” seru Dean Steve mengerutkan dahinya dan melihat kembali nama kontak yang menghubunginya. ‘Perasaan benar Sam, kenapa malah suara Dean?’ batin Steve “Kok lo?” tanya Steve “Ah ponsel gue baterainya habis, jadi gue pinjam” jawab Dean “Kenapa?” tanya Steve ketus “Ketus banget pak” tegur Dean “Buruan! Gue capek banget pengen istirahat” jelas Steve “Gue tadi pulang bareng Zanna” ungkap Dean “H-ha? Kok bisa?” tanya Steve “Sebenarnya gue dan Sam numpang diantarin pulang sama adek lo, cuman Zanna juga ikut numpang” jawab Dean menjelaskan “Terus?” tanya Steve “GILA! DIA MAKIN CANTIK AJA!” seru Dean dengan semangat “Lo yakin gak bakalan jatuh cinta sama dia?” tanya Dean “Pertanyaan lo gak masuk akal” jawab Steve “Gak masuk akal karena dia emang masih suka” ucap Sam yang ada di samping Dean “Bacot” ucap Steve kesal lalu mematikan panggilan itu Steve menghembuskan nafas berat. Kemudian mencoba untuk tidur. ******* Pagi kembali tiba, Zanna sejak pagi subuh sudah bangun untuk memasak makanan untuk Steve. Hingga pukul tujuh pagi, semuanya telah selesai. Zanna juga sudah selesai bersiap siap untuk menuju kantor Steve. Zanna melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan untuk membawa bekal Steve. “Kamu udah mau berangkat?” tanya Hanna “Iya, ma” jawab Zanna “Ya udah, hati-hati ya sayang” ujar Hanna Zanna mengangguk. “Doain Zanna ya, ma” ucap Zanna penuh semangat Hanna mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan keluar menemui taksi yang sudah menunggu Zanna. Sesampainya, Zanna langsung bergegas masuk ke dalam dengan penuh gembira. “Bu Zanna” panggil sekretaris Steve ketika melihat Zanna tiba di depan ruangan Steve “Ya?” tanya Zanna “Pak Steve sedang tidak ada di ruangan” jawab sekretaris itu “Loh? Terus kemana? Meeting?” tanya Zanna “Bukan bu, pak Steve tidak masuk karena sedang sakit” jawab sekretaris “Sakit? Lah sejak kapan?” tanya Zanna panik “Sakit apa?” tanya Zanna lagi “Tadi bu Cassey sendiri yang menyampaikan kalau pak Steve sedang tidak enak badan” jawab sekretaris “Yaudah deh, saya pamit dulu ya. Terima kasih” ucap Zanna “Baik bu, sama sama” balas sekretaris itu Zanna kemudian bergegas pergi ke rumah Steve. ******** Aleeza memberhentikan langkahnya saat melihat Alvis di depan rumah Zanna. Ya. Aleeza yang tadinya ingin mengunjungi Zanna sepertinya harus membatalkan niatnya. Alvis terlihat pamit pada Hanna dan menaiki motornya kembali. Dari jauh, Alvis melihat seorang perempuan yang tengah berjalan balik arah. “Hei” sapa Alvis Aleeza menoleh dan menemukan Alvis memberhentikan motornya tepat di samping dirinya. “Ya?” tanya Aleeza “Aleeza kan?” tanya Alvis Aleeza mengangguk kaku. “Lo masih kenal gue gak?” tanya Alvis Aleeza kembali mengangguk. “Gue kira gue salah orang” ucap Alvis “Lo mau temui Zanna tadi?” tanya Alvis Aleeza mengangguk. “Kok balik?” tanya Alvis “Dari cara lo pamit kayaknya Zanna lagi gak di rumah” jawab Aleeza “Makanya gue balik” sambung Aleeza Alvis mengangguk paham. “Kita boleh bicara bicara sebentar gak?” tanya Alvis “Bicara soal apa?” tanya Aleeza “Naik!” seru Alvis “Ha?” tanya Aleeza bingung “Naik, biar kita bicara di cafe dekat dekat sini aja” jawab Alvis “Numpang di motor lo berarti?” tanya Aleeza Alvis mengangguk. Aleeza berpikir sejenak sampai akhirnya memutuskan untuk ikut dengan Alvis. ******* “Zanna?” ucap Cassey yang membuka pintu dan menemukan Zanna “Halo tante” sapa Zanna “Maaf ganggu tante, Zanna baru tahu tadi dari sekretaris Steve kalau Steve lagi sakit” jelas Zanna “Gak ganggu kok, ayo masuk!” ajak Cassey sambil tersenyum Zanna mengangguk sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Steve. “Parah ya tante sakitnya Steve?” tanya Zanna “Enggak kok, cuman demam aja terus katanya badannya pegal-pegal semua” jawab Cassey Zanna mengangguk paham. Cassey menatap mata Zanna yang terlihat khawatir. Cassey tersenyum. “Steve ada di kamarnya, kamu temui dia ya” ucap Cassey Zanna mengangguk kemudian segera menuju ke kamar Steve. ******* Aleeza dan Alvis tiba di cafe terdekat dari rumah Zanna. Ya. Cafe biasa tempat ia, Zanna, Amanda dan Gianina bertemu. Alvis dan Aleeza duduk di dekat jendela. “Lo mau pesan apa?” tanya Alvis “Lo aja, gue gak mau apa-apa” jawab Aleeza Aleeza harus berhemat agar bisa bertahan hidup. “Gue yang bayar deh” tawar Alvis “Gak usah, gue gak apa-apa kok” tolak Aleeza Alvis mengangguk paham dan memesan dua minuman. “Untuk siapa satu lagi?” tanya Aleeza “Untuk lo lah!” jawab Alvis “Kan gue bilang gak usah” ujar Aleeza “Mana tega lah gue kalau gue sendiri aja yang minum” ucap Alvis Aleeza menghembus nafas pelan. “Kenapa? Mau ngobrol apa?” tanya Aleeza “Lo gak nanya kenapa Zanna gak di rumah?” tanya Alvis balik “Paling lagi sama Steve” jawab Aleeza malas “Iya benar” balas Alvis “Kok Zanna masih mau ya sama Steve?” tanya Alvis “Masih suka” jawab Aleeza “Ohh” balas Alvis Aleeza melirik sekilas tatapan Alvis yang seperti terlihat sedih. ‘Duh gue harus gimana?’ batin Aleeza Minuman mereka datang. “Lo cuman mau nanya itu aja?” tanya Aleeza Alvis mengangguk. “Gue masih ada kerja paruh waktu, gue pamit ya” ucap Aleeza “Eh, ini belum diminum” ucap Alvis “Gue buru-buru, maaf banget ya” ucap Aleeza merasa tidak enak Alvis akhirnya mengangguk paham. “Makasih, Al” ucap Aleeza sambil melangkah pergi ****** Tok! Tok! Tok! Terdengar suara pintu kamar yang diketuk oleh seseorang. Steve bangkit berdiri dengan lemas untuk membuka pintu kamar itu dan menemukan Zanna yang menatap dirinya dengan tatapan khawatir. “Lo ngapain ke sini?” tanya Steve “Kamu gimana keadaannya?” tanya Zanna Zanna langsung menempelkan punggung tangannya pada kening Steve dan masih terasa panas. Zanna menarik tangan Steve dan menyuruh Steve untuk membaringkan badannya agar istirahat. “Lo ngapain-“ “Menurut kamu kenapa? Ya mau lihat kamu lah” potong Zanna “Kenapa gak bilang ke aku kalau kamu lagi sakit?” tanya Zanna “Cuma demam” jawab Steve “Cuma? Jadi kamu ngabari aku kalau kamu gimana? Kritis yang udah mau meninggal baru kamu ngabari aku?” tanya Zanna kesal ‘Kalau kritis mana bisa ngomong’ batin Steve “Udah makan?” tanya Zanna Steve mengangguk. “Minum obat?” tanya Zanna “Udah, lo gak usah sok perhatian deh” jawab Steve Zanna terdiam mendengar ucapan Steve.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD