Sembilan

1097 Words
setelah membangunkan Rama mereka berdua beriringan berjalan ke arah ruang makan dengan bergandengan tangan selayaknya pengantin baru yang baru saja bangun tidur setelah pertempuran indah malam hari tadi . yap akting yang patut diacungkan jempol. bagi orang yang melihatnya mungkin akan menganggap bahwa mereka adalah pengantin baru yang sedang di mabuk asmara.  "ayo sini makan kenapa kalian lama sekali si" tegur nenek setelah ia lihat sag cucu dan istrinya sudah turun dari tangga , senyumnya begitu merekah walau tak ia tampak kan didepan mereka. "maaf nek" ucap rama lalu menarik kan kursi untuk alena . "terimakasih mas" ucap alena tak lupa ia memberikan senyuman terbaiknya untuk sang suami yang sudah Berbaik hati ya walaupun hanya akting semata.  sarapan pun dimulai , Alena mengambilkan nasi dan beberapa lauk ke piring Rama yang tak luput dari perhatian nenek Mira. "kapan cicit nenek lahir ?" ucap nenek . rama dan alena yang mendengarnya pun langsung terkejut sebab mereka tak pernah memikirkan tentang anak , apalagi rama ia sungguh tak mau jika punya anak dari alena , ia berjanji hanya Elsa ya hanya Elsa  yang akan melahirkan anak nya kelak bukan alena . bahkan rama sudah memimpikan bagaimana ia dan elsa nanti punya anak . "kenapa kalian diam ? " ucap nenek lagi  "terlalu cepat nek , alena masih ingin bermain main dulu ,iya kan sayang?" ucap rama ke alena dengan menekankan kata sayang . "hm iya" ucap alena setelah ia sadar bahwa ia harus berbohong lagi  " ya sudah nenek nggak paksa tapi kan semakin cepat semakin baik buat hubungan kalian "   " hubungan kami sudah jauh lebih baik kok nek tanpa anak " ujar rama kembali. namun jauh dari lubuk hati Alena , sebenarnya wanita muda itu juga ingin memiliki anak tapi dengan kondisi nya seperti sekarang lebih baik tidak dan itu pilihan terbaik untuknya daripada nantinya , Rama memintanya untuk mengguguri darah daging mereka , sebab itu ia berpikiran untuk membeli pil KB agar ia tak hamil karna tak ada yang tau dengan sikap Rama, bisa saja pria itu tiba tiba meminta alena untuk melayani nya dan bagaimana jika seonggok darah yang bernyawa tumbuh dalam rahim nya.  . . . Dua hari kemudian  nenek sudah kembali ke tempat tinggalnya di Jepang , Alena baru tau tempat tinggal nenek ternyata di Jepang sebab selama ini ia berpikir bahwa nenek Mira tinggal di indonesia dan sejak saat itu juga ia kembali ke kamarnya, kamar pembantu yang ia tinggali selama sehari karena harus tidur di kamar sang suami demi kebaikan bersama pikirnya. Alena yang dari tadi menunggu Rama pulang , namun sudah pukul 11 malam sang suami masih belum juga menunjukkan tanda tanda keberadaanya. "apa dia pergi dengan kekasih nya lagi keluar negeri" pikir alena  pikiran yang kalut itu berubah sejak mobil sang suami berbunyi di halaman rumahnya ia begitu girang sebab suami nya pulang , ingin sekali ia menyambut sang suami selayaknya istri menyambut suami yang pulang namun Rama pasti akan marah marah kepadanya karna itu ia berpura pura untuk tidur dan setelah suaminya naik kekamar baru lah ia pergi kekamarnya.  Elsa yang sudah bersiap ingin menutup matanya , tersentak kaget ketika suara wnaita muda meneriaki namanya jauh di depan pintu rumah. " HEI  !!  ALENA "  Alena mengedarkan matanya dan akhirnya menatap mata wamita itu yang sudah memasang wajah garang layaknya habis memergoki selingkuhan suaminya. Padahal kan yang seharusnya seperti itu Alena bukan dia , dasar ELSA . Rama yang baru masuk ikut menatap Alena namun ia tak ingin ada keributan dirumahnya apalagi ini sudah malam karena itu di suruh nya lah Alena kembali ke kamar takut takut jika Elsa akan mengajaknya ribut. Alena menganggukkan kepalanya patuh lalu wanita itu pergi kembali ke kamarnya. "mas aku lapar" ucap Elsa dengan nada suara yang dibuat manja manja gitu "bibik hari ini izin pulang kamu mau aku pesankan makan aja?"  " kan ada alena mas"  " oh iya , yasudah kamu panggil aja dia lagi, aku mau ke kamar " ucap Rama lalu meninggalkan sang kekasih sendiri diruang tamu " oke mas " jawab nya semangat setelah itu langsung menuju ke kamar Alena di bukanya kamar alena dengan sesuka hatinya membuat sang empunya kamar tersebut terkejut bukan main. "kenapa !! lo pikir mas rama yang masuk ha!! jangan ngimpi !! " sarkasnya Bukannya Alena yang harus marah karena dia yang seenaknya masuk tanpa ijin . dasar perempuan rubah.  " ada apa Elsa? " tanya Alena setelah derup nafasnya kembali normal.   " Elsa !! berani lo ya manggil gue Elsa !! gue nyonya dirumah ini !! "   Alena yang mendengarnya sedikit menyunggingkan bibirnya tak percaya dengan perkataan wanita didepannya ini. Bisa bisanya di menganggap dirinya nyoya bahkan dihadapan sang Nyoya aslinya , dimana kau letak wajah mu ELSA.  " kenapa lo !! ngehina gue !! " ucap elsa tak terima dengan tatapan Alena yang seolah menghina nya. " agak aneh aja si, soalnya kamu ngaku ngaku jadi nyoya sedangkan yang nyoya itu a- ucapnya terpotong sebab elsa sudah duluan menarik rambut nya dan tak lupa membuburkannya dengan tamparan keras dipipi Alena   " awwww " teriak alena mengelus pipinya yang sudah berwana merah pastinya. " rasain makanya jangan sombong dasar perempuan murahan !!! PELAKOR !!!!" teriak elsa  kembali . Rama yang dari tadi mencari Elsa akhirnya menemukan perempuan nya itu yang sedang ribut dengan Alena di kamar Alena. ia sunggguh terkejut ketika melihat elsa menampar dan menarik rambut Alena namun yang membuatnya kesal adalah sikap Alena , perempuan itu seperti tidak ingin membalas perbuatan Elsa yang sudah menampar dan menjambak rambutnya.  " ntah apa yang dipikirkannya,  perempuan bodoh ya  cuma dia !!" ucap rama dalam hatinya geram "Elsa " panggil rama memecahkan keributan tersebut Elsa yang menyadari Rama sudah di hadapannya langsung melepas tangannya dari rambut Alena dan malah menangis seolah dia lah yang tersakiti disini . "masss ,  masss " tangis nya lalu berlari memeluk Rama . Alena masih diam tak bergeming wanita itu sudah tau apa yang akan dilakukan perempuan itu, ya apalgi kalau bukan ber akting. "mas dia menampar dan menjambak aku duluan, kata dia aku tak boleh kesini lagi huaaaa" tangisnya  pecah " sudahlah , ayok ke kamar biar aku sembuhi pipi kamu " ucap Rama  ya walaupun ia tau bahwa Elsa menampar dirinya sendiri tapi ia tetap tak ingin membela Alena istrinya yang bodoh itu.  setelah itu mereka berdua pergi meninggalkan Alena sendiri dikamar nya , ..................................................................................................................   To be continue guys  ahamdulillah sudah 9 episode  ni , semoga kalian suka yaaa ..... :) maafkan author karna masih banyaknya kesalahan penulisan disana sini . mohon untuk support like  dan komennya ya di cerita cerita author terimakasih  ........ :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD