Delapan

1060 Words
Setelah selesai berganti pakaian Rama kembali ke kamar nya ia menyadari bahwa alena masih belum tidur wanita itu masih sibuk memainkan tangan nya ntah apa yang menarik dari tanganya itu pikir rama  "belum tidur?" ucap rama lalu membaringkan tubuhnya disamping alena dengan posisi mereka tidur berhadapan pungggung "belum" jawab alena singkat  "kenapa?" tanya nya lagi "belum ngantuk , kalau tuan mau tidur gak papa tidur aja" ucapnya "aku tidak biasa tidur lampu seterang ini"  "hmm , maaf tuan kalau gitu aku tidur di ruang ganti saja biar tuan bisa tidur" ucapnya dan ia pun bergegas ingin pergi namun ditahan oleh rama "nggak perlu , kembali tidur!!! " ucap rama   "tapi tua- "tidur manda!" potongnya agar wanita itu tak bicara lagi "cuma tuan orang pertama yang manggil aku manda" ucapnya lalu kembali membaringkan badannya namun sekarang mengahadap punggung bidang rama "dan cuma lo istri yang manggil suaminya tuan!! " balas rama "tapi tuan yang meminta" ucap alena tak terima  " ya ya terserah lo "  "kenapa tadi membela aku didepan nenek seharusnya lo bilang yang sejujurnya kan bisa bantu lo kabur dari gue" "tapi jika aku bilang begitu tuan akan di buang sama nenek dan tidak jadi diangkat jadi CEO" "lo masih mikirin aku"  "saya tau tuan mau menikahi saya karna embel embel akan diangkat jadi CEO , jadi saya tidak mau pengorbanan tuan sia sia dan saya janji saya akan pergi setelah tuan sudah resmi jadi CEO"  "baguslah kalo lo sadar " ucapnya singkat  "tuan, tuan bisa matiin lampu nya ketika saya sudah tidur cukup pulas dan maaf " ucap alena lalu ia membalikkan tubuhnya dan tertidur setelah lama akhirnya Rama membalikkan tubuhnya kearah alena , ia tau bahwa wanita itu sudah tertidur begitu pulas, karena itu ia membalikkan kembali tubuh alena menghadap dirinya , ia menatap cukup lama wajah wanita yang sudah 1 bulan ini menjadi istrinya wanita itu tidur seperti anak kecil begitu lucu dan polos. ia bertanya tanya dengan dirinya kenapa ia bisa sangat membenci wanita ini , padahal dia tidak pernah membantah perkataan rama sedikit pun. Tak lama ia memandangi wajah alena matanya mulai mengantuk alam bawah sadar nya berteriak ingin mengajak nya bermain ,dan ia pun tertidur dengan memeluk alena . Pagi menjelang suara kicau burung saling bersaut sautan di atas atap kamar dua pasangan sejoli yang semalam terpaksa untuk tidur bersama namun pasangan tersebut itu belum juga ada yang menjukkan tanda tanda akan bangun. tak lama dari itu Alena terbangun terlebih dahulu . ketika ia bangun ia merasakan ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya yang mungil ini . dan ternyata itu adalah tangan sang suami kejam nya itu . "ya tuhannn, aku tau ini gak sengaja tapi kenapa harus terjadi sih" ucap nya dalam hati "Bergerak dikit bisa bangun ni orang" tambah nya lagi wanita labil itu mengambil sikap siaga untuk bangun perlahan agar sang suami tidak terbangun sebab bisa saja dia katai perempuan murahan lagi ya walaupun bukan dia yang meluk duluan. butuh waktu lama untuk alena bisa lepas dari rama sebab laki laki itu sungguh erat memeluk nya. setelah lepas ia buru buru kabur dari kamar rama dan turun kebawah untuk mandi. ia mengambil langkah besar agar tak terlihat oleh nenek mira bahwa ia sebenrnya tidur di kamar pembantu, dan untung saja ia tak ketahuan setelah sampai ia langsung buru buru mandi . "non , non alena" panggil bibik pelan  alena yang mendengarnya pun buru buru keluar dari kamar mandi  "iya bik , ada apa ? " tanya alena  "non dicariin nyoya besar dari tadi" "ha ? bibik bilang aku dimana?" "bibik bilang non masih dikamar tuan, non ayok keluar sebelum nyoya tau" ucap bibik buru buru sebab ia takut jika nona muda nya ini kena imbas marah besar dari nyonya besarnya yang tak suka di bohongi  "iya bik bentar" setelah itu alena dan bibik langsung keluar dan menuju ruang makan  "selamat pagi alena" ucap nenek mira yang sedang menyuruput teh hangat nya  "pagi nek, maaf nek alena bangun nya telat" ucap nya lagi sesambil menunduk  "iya tak apa, kemana suami mu ?" "masih dikamar nek katanya kalau sarapan sudah baru turun" ucapnya berbohong  "oh yaudah kamu sini temani nenek ngobrol, biar bibik bisa cepat masak sarapan" ajak nenek   "ahhh maaf nek tapi yang masak dirumah ini alena" "kamu? kenapa? dirumah ini sudah ada bibik yang membantu jadi untuk apa kamu memasak si alena?"  "iya nek alena tau tapi alena mau mas rama makan masakan dari alena jikaada dirumah kan alena istrinya kenapa juga mas rama harus makan masakan dari orang lain, ya alena tau bibik sudah lama bekerja disini tapi kan sekarang mas rama sudah punya alena nek"ujar nya panjang lebar  nenek tersenyum ketika alena menjelaskan demikian ia bangga karna bisa memberi cucu nya istri seperti alena yang sangat menyayangi rama sedemikian rupa. "nenek kenapa ? alena salah ya?" tanya alena sebab nenek mira masih saja diam setelah alena menjelaskan maksud nya kenapa ia yang memasak "nggak kenapa juga nenek harus marah ,nenek hanya bangga denganmu , makasih ya sudah menyayangi cucu nenek" ucap nenek lalu memeluk alena yang masih terdiam "iya nek" setelah acara  peluk memeluk itu baru lah alena memulai sesi memasak nya ia memilih memasak nasi goreng seafood kesukaan rama dan salad untuk nenek dan tak lupa jus buah segar untuk mereka. "Alena panggil rama gih ,biar nenek sama bibik aja yang lanjutin" ucap nenek "iya nek, alena permisi" ucapnya undur diri lalu pergi ke kamar rama ketika ia masuk ternyata suasana kamar rama masih sama dengan yang ia tinggalkan tadi rama masih tertidur dengan posisi yang sama pula seperti tak ada pergerakan sama sekali dari nya . alena mendekat ke rama ia mencoba membangunkan rama dengan menepuk nepuk lengan nya dan memanggilnya namun pria itu juga tak bergeming sedikit pun alena yang sudah bosan dan  lelah memanggilnya ia rencana ingin mencubit pria tersebut dengan sekuat tenaga tapi apa daya Rama sudah terbangun terlebih dahulu . "apa?!" ucap nya dengan matanya yang sudah melotot terlebih dahulu. "sarapan sudah siap , dan  nenek sudah menunggu dari tadi di meja makan" Ucarnya dengan sedikit menggeser tubuh nya agak menjauh dari wajah rama "oh" ucapnya lalu pergi kekamar mandi . ........................   To be continue guys  ahamdulillah sudah 8 episode  ni , semoga kalian suka yaaa ..... :) maafkan author karna masih banyaknya kesalahan penulisan disana sini . mohon untuk support like  dan komennya ya di cerita cerita author terimakasih  ........ :) 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD