21. Pergi Tanpa Pamit

1462 Words

21. Pergi Tanpa Pamit Laura menjalani hari-harinya seperti biasa. Seolah-olah semuanya sedang baik-baik saja. Padahal hatinya sedang merasa gelisah. Karena sudah hampir seminggu ini Marvin sama sekali tidak memberinya kabar. Ia tidak pernah lagi menerima pesan singkat beruntun, ataupun panggilan masuk dari nomor ponsel pria itu. Dan saat ini Laura sedang menatap layar ponselnya dengan penuh kebimbangan. Haruskah ia yang menghubungi Marvin duluan? Apa lagi pria itu sudah tidak pernah lagi datang ke rumah ini untuk menemui ibunya, ataupun mengajak Kia jalan-jalan ke luar rumah. Seketika Laura jadi teringat pada Kia yang katanya sering berbagi rahasia dengan Marvin. Laura lantas keluar dari kamar tidurnya, dan segera menghampiri kamarnya Kia yang juga berada di lantai dua rumah mereka.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD