17. Tanpa Nama Pengirim “Hey, kau kenapa?” Marvin bertanya pada Laura sembari menyentuh punggung tangannya saat mereka berdua bertemu di salah satu restoran untuk makan malam bersama, tapi wanita itu malah lebih banyak melamun ketimbang menanggapi ucapannya. Laura pun langsung tersadar saat itu juga, dan segera menggelengkan kepalanya seraya menarik kedua ujung bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman yang sayangnya malah terlihat sekali dilakukan dengan rasa terpaksa. “Aku tidak apa-apa,” sahut Laura kemudian. Padahal, ia sedang sibuk memikirkan segala ucapannya Syakira saat mereka berdua sedang berada di kantin kantor tadi siang. Karena hal itulah yang membuatnya jadi kepikiran hingga sekarang. Tentu saja Marvin tidak bisa memercayainya begitu saja, karena raut wajah wanita itu

