Masih ada tawa di bibirnya, tapi dia berusaha menyembunyikannya. Hal itu malah membuatku terlihat makin buruk dan memalukan. Mulutku ini sangat mengesalkan. Kenapa dia mengatakan sesuatu yang sulit dijelaskan. “Aku, kan, hanya bertanya tentang istri Om. Kenapa malah membahas hal-hal tidak penting begitu,” ujarku ketus. Yoga tergelak. “Om sudah bilang, kan, kalau kamu akan gila saat akhirnya jatuh cinta,” kata Yoga sambil tersenyum mengejek. “Siapa gadis malang yang telah mengetuk pintu hatimu? Aku harap, dia tidak menolakmu dan memilih untuk menghindar.” Mendengar kalimat Yoga, aku menelan ludah. Itulah yang kini terjadi padaku. Adila sangat sulit didekati. Dia tidak akan mudah ditaklukkan. Aku harus berpikir keras untuk menemukan jalan agar dia memandangku. Tapi, bagaimana? Mengapa ci

