27. Adila

1195 Words

Untuk ke sekian kali, aku mengintip dari jendela ruang tamu. Belum ada tanda-tanda kemunculan Ayah. Ini sangat aneh. Biasanya Ayah tidak selama ini kalau pergi salat ke masjid. Ada apa ini? Kenapa Ayah lama sekali? Atau ini hanya perasaanku karena aku memang ingin Ayah cepat kembali? Pandanganku beralih pada jam dinding. Tidak salah. Ayah memang sudah terlalu lama berada di masjid. Apa Ayah membaca zikir yang panjang untuk menenangkan hati sebelum berbicara padaku? Ya, Allah. Kenapa aku jadi sepenasaran ini. Jantungku terus berdetak keras menunggu kedatangan Ayah. Suasa ini membuatku tidak nyaman. Aku ingin semua cepat dibicarakan agar rasa penasaranku tidak menggunung. Setelah masuk rumah tadi, Ayah menyuruh kami salah zuhur dan menunggu kedatangan Ayah yang menunaikan salat berjamaah d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD