Raka sudah akan turun dari mobil ketika melihat Febi masih mematung di tempatnya. Tatapannya tertuju ke arah bangunan gudang yang terletak di samping rumah. Raka mengulurkan tangan, dengan lembut memutar wajah Febi ke arahnya. “Aku di sini,” ia berkata. Febi mengangguk, tapi wajahnya tampak pucat. Raka menarik napas dalam dan memutuskan. “Ayo kita liburan. Katamu, kamu pengen camping, kan? Ayo kita camping,” ajak Raka. Perlahan warna kembali ke wajah Febi. Wanita itu tersenyum kecil dan mengangguk. Raka turun lebih dulu dan memutari mobil, membukakan pintu untuk Febi. Raka menggenggam tangan Febi ketika mereka berjalan ke rumah, meyakinkan Febi jika Raka ada di sampingnya. “Tapi ... kamu beneran nggak pa-pa ambil cuti lagi? Waktu kita bulan madu juga kan ...” “Nggak pa-pa,”

