Mailbox

938 Words

"Drrtt drrtt drrtt" deringan ponsel memaksa Patra untuk membuka matanya. Meski berat, tapi harus melakukannya. Laki-laki itu mulai membuka mata. Sedetik kemudian bibir yang tadinya mengerucut berubah menjadi senyum mereka kala melihat kenyataan di hadapannya. Wanita yang sangat dicintainya tidur beralaskan d**a bidangnya. Tanpa rasa canggung wanita itu semakin erat memeluk Patra. "Kamu adalah obat dari semua lelahku. Kamu juga rumah tujuanku untuk kembali," gumam Patra. Getaran yang mampu menciptakan kegaduhan dalam hatinya berhenti. Pertanda Patra tidak perlu mencari benda sialan itu. Namun siapa sangka saat Patra hampir memjamkan matanya lagi, suara getaran itu memenuhi kamar apartemennya. "s**t! Siapa yang berani menggangguku? Mana aku lagi sama Cella. Awas aja kalau nggak penting,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD