Always True

923 Words

Patra semakin kesal mendengar ucapan Cella yang terus memojokkan dirinya. Oke, mungkin disini letak kesalahan Patra. Laki-laki itu lupa jika Cella bisa menempatkan posisinya dimanapun dia berada. Bodoh jika menyangkut kode dari Patra, pura-pura tidak tahu jika Patra mengatakan maksud tujuannya. Pintar ketika ada di saat kecerdasannya dibutuhkan. Serta posisi lainnya yang entah bagaimana Cella bisa mengatur semuanya dengan sempurna. "Oke, kamu menang dan aku mengaku kalah," ucap Patra pasrah. Cella mengerucutkan bibir membuat laki-laki di sampingnya mengerutkan dahi. "Apa aku melakukan kesalahan lagi? Justru aku sudah mengalah dengannya," batin Patra. Bukan senyuman yang tercipta, tapi lengkungan bibir yang tidak dimengerti oleh Patra. "Kenapa dahimu berkerut? Aku tidak menyukainya! M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD