DP

932 Words

Lilina Sehan saat ini berada di ruangan Presdir Sanjaya Group. Dia sedang merajuk dengan Handoyo Sanjaya. "Papi, kapan Patra menikahiku," rengek Lilina. "Sabar sayang, dia pasti akan menikahimu. Papi janji," ucap Handoyo menenangkan. "Tapi dia tidak pernah melirikku Pi," ucap Lilina dengan wajah tertunduk. Pura-pura terluka untuk mencari simpati Handoyo. Calon mertua yang sangat disayangi, tentunya karena warisan yang dimiliki. Handoyo mengusap kepala Lilina dengan lembut," ucap Handoyo. Meskipun telah berusia lanjut, tapi Handoyo tetap terlihat menawan untuk seusianya. Banyak wanita yang tergila-gila padanya. Beruntung Handoyo hanya setia kepada istrinya. "Papi," rengek Lilina manja lagi. "Tenanglah, semua tidak seburuk yang kamu pikirkan," gumam Handoyo. Tidak tega melihat Lilin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD