"Dasar," gerutu Cella. Patra sebenarnya ingin mengantar Cella ke dokter, tapi wanita itu tidak mau. Bukan Patra namanya jika dia tidak punya akal. Laki-laki itu selalu berhasil membujuk siapapun, jadi untuk masalah Cella dia berharap seperti ini. "Cella ayo ke dokter," ucap Patra. "Tidak mau, aku tidak papa," ucap Cella. Patra memikirkan bagaimana caranya agar Cella mau. Sempat dia berpikir untuk mengancamnya, namun takut wanita itu marah. Patra mencoba bertanya kepada Cella sekali lagi. "Kenapa nggak mau? Justru aku takut kalau kamu tiba-tiba hamil," ucap Patra santai. Cella memukul lengan Patra pelan, wanita itu benci ketika ada yang mengatakan Cella hamil. Dia memang bekerja di bar hingga larut, tapi dia bukanlah wanita malam yang suka digoda. Malah Cella anti tersentuh oleh kaum

