Chapter 17

1113 Words

"CADEE! Cadee! Kau sadar? Kau ingat aku, ‘kan? Bosmu yang paling tampan, kaya, sukses, mapan, dan memesona. Kau tidak lupa, ‘kan?" cerocos Ed langsung, ketika Cadee mulai membuka matanya perlahan. "Gak usah alay! Yang kepentok cuma dahi, bukan belakang kepala!" ketus Sofia "Sama saja! Itu juga bagian dari kepala, Sofia!" "Tidak, Ed! Kau tidak pernah menonton sinetron Indosiar? Pemain sinetron di sana akan gegar otak jika yang terpental bagian belakang kepala! Bukan dahi!" "Indosiar? Aku tidak tau itu siapa? Artis kah?" cerocos Ed lagi, melupakan Cadee yang memijat dahinya pusing. Saat ini, Cadee sedang Ed tidur di sofa ruangannya. Bagaimana cara membawanya? Tentu saja Sofia dan Ed bekerja sama. Ed menggotong badan Cadee dan Sofia menyeret kaki Cadee. Jujur, ia tidak kuat mengangkat ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD