Ada yang berbeda dari Ramadan tahun ini. Kehilangan itu masih menyisakan ruang kosong yang tak terisi. Tak ada lagi suara lembut Oma yang mengingatkan untuk bangun sahur, tak ada lagi Opa Adhi dengan nasihat-nasihat bijaknya di meja makan. Opa Gala yang biasanya sibuk mengatur jadwal tadarus keluarga pun kini hanya tinggal kenangan. Begitu pula Opa Jarot yang selalu penuh canda tawa, membuat suasana rumah ramai meski malam semakin larut. Kini, rumah yang dulu terasa penuh kehangatan seakan lebih sunyi. Meskipun anak-anak dan cucu-cucu mereka telah membangun rumah tangga masing-masing, tetap saja ada rasa kehilangan yang mengendap di sudut hati. "Sudah puasa lagi, ya?" Ummi Airin bergumam pelan saat televisi di ruang tengah menampilkan iklan khas Ramadan. Ada nada sendu dalam suaranya, s

