Ardan meletakkan sendoknya, menatap dua anak kembarnya dengan ekspresi tak habis pikir. "Kenapa kalian ini nggak ada yang mau kuliah di luar negeri?" tanyanya untuk kesekian kalinya. Nazaar dan Nazeer, yang tengah sibuk menyantap hidangan berbuka, hanya saling pandang sekilas sebelum menghela napas bersamaan. Seolah sudah hafal dengan pertanyaan ini dan sama-sama malas menanggapinya lagi. Di seberang meja, Nabila—anak bungsu mereka yang masih SMP—diam saja, sibuk mengunyah bakwan sambil sesekali melirik ke arah ayah dan kakak-kakaknya. Sementara itu, istrinya hanya tersenyum tipis, tampak sangat menikmati drama kecil yang selalu terjadi setiap kali keluarga ini berkumpul. Padahal, ini bukan pertama kalinya Ardan mengangkat topik ini. Bahkan, perkuliahan si kembar sudah berjalan lebih da

