Dan sialnya bagi Athaya, pintu lift itu keburu yerbuka lagi sebelum sempat naik ke atas. Ia terpaksa memasang senyum simpul di hadapan Shenzy yang kini sudah sumringah. Yeah karena melihatnya. Walau aneh sih dengan bajunya. "Sayang nak pergi mana?" Ya jelas jadi pertanyaan kan? Ia berusaha melepaskan tangan yang langsung memeluk lengannya itu dengan alasan sedang berpuasa. Walau ia tak tahu apakah akan mempan atau tidak untuk gadis ini. Nyatanya ya memang sedikit kecewa. Cewek itu berdeham untuk menepis rasa sedih. Ia sadar kalau dari awal, Athaya memang enggan dipegang-dipegang. Lah kenapa ia yang agresif ya? Biasanya kan cowok yang suka memegang. Ye kan? "Oh... aku ada acara iftar di luar, boleh?" Shenzy memgangguk. Boleh lah. Masa ia larang? Walau biasanya suka melarang sih. Namun d

