"Oh....hei, kak!" Tsabit tampak tersenyum. Cowok itu baru keluar dari mobil sedangkan Shilla justru sebaliknya. "Bukannya masih shift?" Ia tentu hapal jadwal Shilla. Shilla mematikan telepon. Ia tak mau diolok Cassie dan Adrian. "Aku mendadak disuruh untuk jadi pelatih PMR di SMA-ku dulu." Aaaaah. Tsabit mengangguk. Ia sebetulnya hanya menggantikan. Karena yang biasanya melatih tak sempat. Jadi ia yang menggantikan. "Oh ya udah. Hati-hati." Ia hanya tersenyum kemudian buru-buru mengendarai mobilnya. Karena bulan puasa, anak-anak tak bisa pulang kesorean. Makanya, ia yang harus menukar jadwal. Toh yang lain juga banyak hutang budi tukar jadwal padanya kok. Kurang dari 15 menit, ia sudah sampai di sekolah. Ya sekolah lama. Tentu punya kenangan bersama Reifan walau hanya setahun kan

