26

1324 Words

"Aku seneng karena kamu gak pernah urusin hidup orang lain." Suara Aziel terdengar santai, tapi ada nada kekaguman di dalamnya. Dia duduk di sebelah Lara di bus tingkat yang membawa mereka dari bandara menuju hotel di Tokyo. Sementara orang-orang di sekitar mereka masih heboh ngobrolin Haykal dan kehidupannya, Lara malah sibuk dengan laptopnya. Cewek itu tampak fokus mengetik sesuatu, alisnya sedikit berkerut, sesekali menggigit ujung pulpen. Dunia seolah hanya miliknya sendiri. Aziel diam-diam memperhatikannya, merasa semakin kagum. Bagi dia, cewek kayak Lara itu langka. Di saat orang-orang sibuk ikut campur urusan orang lain, Lara justru hanya sibuk dengan urusannya sendiri. Gak pernah kepo, gak pernah gosip, dan lebih memilih diam jika sesuatu bukan urusannya. "Kenapa tiba-tiba ngomo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD