Haykal menatap ke arah rekan-rekan satu timnya yang masih berkumpul di sisi lapangan, beberapa di antaranya masih bercengkerama dengan staf pelatih. Ia sedikit merasa bersalah karena harus pergi lebih dulu, tapi ya mau bagaimana lagi? Ini keluarga. Lagipula, ini pertandingan terakhirnya sebelum jeda sebulan penuh karena libur Lebaran. Baru nanti setelah itu, ia akan kembali bertanding. Ia berjalan mendekati pelatih dan beberapa rekan setimnya, menyalami satu per satu dengan rasa hormat. "Coach, saya pamit dulu, ya. Terima kasih buat semuanya." Pelatihnya, pria berkebangsaan Jepang yang sudah membimbingnya sejak tahun lalu, mengangguk sambil menepuk bahunya. "Bagus sekali permainanmu hari ini, Haykal. Nikmati waktu dengan keluargamu. Kami akan menunggumu kembali setelah liburan." Haykal

