2025 (37)

1107 Words

Rumah yang dulunya penuh tawa dan langkah kecil di malam takbiran, kini terasa hening. Sepi yang menggantung di udara seperti menyisakan kenangan masa lalu yang tak bisa diulang. Dulu, setiap malam menjelang Idulfitri, suara takbir yang bergema dari pengeras suara masjid di ujung jalan terasa lebih hidup karena dipadukan dengan suara riuh anak-anak mereka yang berlarian, bercanda, dan sesekali bertengkar memperebutkan kembang api atau giliran main petasan. Biasanya, mereka semua berkumpul di rumah Mami dan Papi—tempat sentral yang jadi magnet bagi seluruh keluarga besar. Ada yang sibuk membantu menata toples kue kering, ada yang asyik mencoba baju lebaran lebih awal, dan ada pula yang duduk di ruang tengah, menonton TV sambil menanti giliran mandi. Para ayah bercengkerama di teras, sement

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD