"Nanti bukan Sasi kok yang nyetir. Kan ada abang-abang yang lain," ujar Sasikirana dengan santai sambil melambaikan tangan pada papanya, Hamas, yang tengah berdiri di pintu rumah. Hamas, dengan tatapan penuh perhatian, hanya bisa menghela napas panjang. Tentu, ia tahu betul betapa protektifnya dirinya terhadap anak-anaknya, terutama Sasi, anak sulung yang sejak kecil sudah memikat perhatian banyak orang dengan pesonanya. Gadis yang cantik, dengan darah Jerman dari istrinya dan Sunda dari dirinya. Tak bisa dipungkiri bahwa Sasi selalu menarik perhatian banyak lelaki, sama halnya dengan istrinya yang juga memiliki kecantikan yang menawan. "A'ak juga ikut, Pa!" Ghaisan, anak keduanya yang masih berusia SMA, ikut bersuara dari dalam rumah. Meski baru SMA, Ghaisan sudah mulai merasa lebih dew

