Fizzan tetap dengan ekspresi datarnya, tak terpengaruh oleh obrolan tadi. Padahal, ia tahu ada banyak perempuan yang menyukainya—mungkin karena ketampanannya, atau karena sikapnya yang tenang dan cerdas. Tapi, entah kenapa, tidak ada satu pun yang menarik perhatiannya. Mungkin karena ia memang tidak mencari. Atau mungkin, seperti yang Aziel bilang, ia memang belum bertemu orang yang tepat. Sekitar satu jam kemudian, mobil mereka akhirnya memasuki gerbang kompleks perumahan Aziel. Jalanan di dalam kompleks ini luas dan rapi, dengan pepohonan yang berjajar di sepanjang trotoar. Tapi tentu saja, Aziel tidak langsung pulang ke rumahnya. Mobil itu berhenti di depan rumah kakek dan omanya, yang kebetulan bertetangga dengan rumah Lara. Begitu turun, Aziel secara refleks menoleh ke arah rumah i

