2025 (18)

1753 Words

Seolah tak mengenal lelah, Aziel berdiri di ruang tamu rumah kakek dan omanya, meraih kunci mobil yang tergantung di dekat pintu. Senyum khasnya terukir di wajah, penuh semangat dan antusiasme, sesuatu yang justru membuat Omanya mengernyit heran. "Kamu nggak mau istirahat dulu, Ziel?" suara lembut Omanya terdengar, penuh kehangatan dan sedikit nada khawatir. Perempuan tua itu menatap cucu kesayangannya dengan sorot penuh perhatian. "Kamu baru saja tiba dari London, perjalanan berjam-jam. Bahkan menyentuh tempat tidur pun belum, tapi sekarang malah mau pergi lagi?" Aziel hanya terkekeh kecil, memasukkan kunci mobil ke dalam sakunya. "Santai aja, Oma. Ziel baik-baik aja kok." Oma masih menatapnya penuh tanya. Bagaimana mungkin cucunya ini tidak merasa lelah setelah penerbangan panjang dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD