2025 (19)

2118 Words

Lara menghela napas pelan sambil menyeimbangkan tumpukan buku yang ia bawa. Baru saja ia hendak membungkuk untuk mengambil salah satu buku yang terjatuh, suara seseorang lebih dulu menyapanya. "Aku bantuin?" Refleks, Lara mendongak dan menemukan Radit sudah lebih dulu mengambil bukunya. Ia terkejut, bukan hanya karena tidak menyangka ada yang membantunya, tapi juga karena orang itu adalah Radit—teman sejurusannya yang selama ini hampir tak pernah berinteraksi dengannya. Radit tersenyum kecil sambil menyerahkan buku itu padanya. Lara sempat terdiam sesaat, sedikit ragu apakah harus menerimanya atau tidak. Namun, karena tidak ingin terlihat canggung, akhirnya ia mengulurkan tangan dan mengambil buku itu. "Makasih," ucapnya singkat, suaranya sedikit lirih. Cowok itu hanya mengangguk tanp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD