Raka melepaskan pelukan Tari, lalu ia berlutut di hadapan Tari. "Kenapa menangis?" Dihapusnya air mata Tari. "Perutmu sakit?" Dielusnya lembut perut Tari. "Atau dadamu yang sakit" tangan Raka bergerak ingin mengelus d**a Tari, tapi gerakannya berhenti sebelum tangannya menyentuh d**a Tari. "Katakan apa yang sakit!" Raka mengusap kepala Tari lembut. "Aku terharu" jawab Tari pelan. "Terharu?" "Heum" "Terharu karena apa?" "Karena kebaikan Aa" "Ehmm..aku ingin kamu selalu mendukungku untuk semua ini Tari" "Pasti Aa" "Terimakasih Tari" Raka meneruskan pekerjaannya, setelah semua selesai, ia menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. "Aa masak apa?" "Haruan beubar, nanti dicampur santan, dan biji nangka yang aku rebus tadi" Raka membaluri ikan haruan dengan campuran garam dan asam j

