PART. 81

1173 Words

"Aah nggak usah dibahas lagi soal jarum Papi, sekarang katakan, ada apa Mami tadu telpon!?" "Ehmm..duduk bersila dulu, tarik napas panjang dengan perlahan, lalu hembuskan pelan-pelan" "Kenapa sih?" "Sudah turutin saja apa yang aku katakan!" "Heehhh!" Wajah Tari cemberut, tapi diturutinya juga apa yang diperintahkan Raka. "Sudah merasa rileks?" "Heumm" "Dadamu ditutup dong, bikin ngiler tahu" Raka menaikan selimut yang jatuh dibawah d**a Tari, dan sangkut di atas perut buncitnya. "Cepet katakan Aa!" "Jangan emosi, rileks, tenangkan pikiran dan perasaanmu" "Hhhh sudah Aa" "Begini, tadi Mami telpon, mengabarkan kalau kakekmu dan Vio masuk rumah sakit" ucap Raka pelan. "Haah...kenapa Aa tidak bilang dari tadi!?" Tari memukul lengan Raka gusar. "Bagaimana aku bisa ngomong, kamu n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD