Dan Alana memilih untuk tetap mengunci rapat bibirnya. Karena Latisha memintanya untuk tidak bicara macam-macam. "Apa Zakato Oda?" Suara Tara tiba-tiba membuyarkan lamunan Alana. "Maksudnya?" "Aku bertemu vokalis band itu di depan rumah sakit tadi. Sebelum pergi kemari bersama Kairo," jelasnya rinci. Alana mengangkat alis. "Oh, ya! Dan tiba-tiba si gelandangan itu bertanya tentang Latisha. Hih aneh! Oda sedang terlibat bersama wanita atau tidak?" Kepala pirang itu menggeleng dan Alana mendadak pucat. "Kau serius?" "Yoi. Kenapa memangnya? Ada yang salah?" Alana menggeleng. "Tidak. Tidak ada." "Sudahlah. Ini semua hanya dugaan," balas Tara acuh. Menyedot separuh jus jeruknya dan mendesah panjang. Menatap langit-langit restauran dengan pandangan menerawang. "Tidak mungkin juga Latish

