“Iya, kakak ku sayang. Molly selalu jaga diri, jaga kesehatan. Bye-bye, mmuaach..” Kata Molly, lalu telepon diakhiri. Ah, sangat melegakan. Semenjak Molly minta maaf pada Fano, Molly tidak pernah lagi mengabaikan panggilan sang kakak. Kapanpun Fano menghubungi, Molly selalu melayani dengan baik. Banyak hal dia ceritakan pada Fano, kecuali perihal kontrak gilanya itu dengan Kenzo. Sehingga dengan luwesnya Molly bercerita, lama-kelamaan sikap super posesif sang kakak rada berkurang. Benar kata ibu, Kak Fano posesif hanya karena terlalu khawatir. Yang kak Fano inginkan adalah cerita kesehariannya, jika dia terbuka maka Fano akan tenang. “Aduh sudah jam berapa ini?” kata Molly sambil melirik jam di ponsel. Ah, sudah pukul 18.05 wib. Molly bergegas menuju oven. Timing pass! Oven berbunyi pe

