OL (34)

1461 Words

“Terima kasih, Dok.” Kata Molly penuh sopan. Dia dan Kenzo diantar oleh dokter yang bernama Sisil itu sampai ke pintu. “Ah, saya tidak melakukan apa-apa. Toh, Kenzo yang yang repot, berterima kasih lah padanya.” Kata dokter Sisil dengan tawa kecil. Molly tersenyum awkward sambil mengusap tengkuknya. Dia menoleh pada Kenzo. Pria mempamerkan wajah penuh bangga dengan satu sengihan. Molly mencebikkan bibir untuk membalas Kenzo, lalu dia kembali menoleh pada dokter Sisil. “Aku sangat pandai cara berterima kasih padanya dokter. Aku pasti akan membalasnya dengan sangat baik.” kata Molly senyuman ramah. Giliran Kenzo yang mencebikkan bibir mendengar perkataan Molly. Pandai juga gadis ini bermain peran. “Oh, ya. Bagus lah kalau begitu.” Molly mengangguk dengan senyuman yang masih kekal di bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD