OL (42)

2162 Words

“Ka-kamu…” kata Molly terbata-bata. “Yes, I’m.” pria itu membuka kupluknya. Herry! Dia tersenyum sinis dengan tatapan maut. Molly menelan ludah penuh ketakutan, “Mau apa kamu?” Herry tertawa dengan sangat mengerikan, “Bukan kah aku sudah katakan pada mu waktu itu. Kita belum selesai!” Mata Herry menatap Molly dengan sangat penuh dendam. Merah padam. Tubuh Molly bergetar. Dia masih tidak mengerti kenapa Herry begitu marah padanya, padahal seharusnya dialah yang marah pada pria itu. Molly beringsut dan mencari peluang untuk melarikan diri. Namun baru saja Molly bangkit, Herry menarik rambut Molly dari belakang dengan kuat, lalu diseret ke tempat lain. Brack! Tubuh Molly didorong dengan kasar pada jaring-jaring kawat di sekitar taman. Molly mengaduh menahan kebas di punggung serta lut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD